Minggu, 21 Desember 2014



PENGARUH MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN


M
anusia memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan disekitarnya. Manusia membutuhkan lingkungan untuk hidup, tanpa adanya lingkungan manusia tidak dapat bertahan hidup. Lingkungan merupakan gabungan unsur-unsur kehidupan yang memungkinkan manusia untuk tinggal didalamnya. Unsur yang terdapat didalam lingkungan ada 2 macam yaitu: Unsur biotik dan abiotik. Unsur biotik dalam lingkungan berupa semua mahluk yang memiliki ciri kehidupan didalamnya, dapat berupa hewan, bakteri, dan tumbuhan. Sedangkan unsur abiotik ialah segala sesuatu yang tidak memiliki ciri kehidupan seperti rumah, benda-benda, peralatan, mesin, kendaraan, bangunan, dan lain sebagainya. Unsur biotik dan abiotik akan membuat sebuah lingkungan yang memungkinkan untuk ditinggali dan menjadi habitat bagi kebanyakan mahluk hidup.   

            Manusia memanfaatkan segala sumber daya yang ada di lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Air dimanfaatkan manusia untuk mandi, mencuci, minum, menyirami tanaman dan lain sebagainya, bahkan air juga dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Udara untuk bernafas, tanah untuk bercocok tanam, tumbuhan untuk dikonsumsi dan membuat berbagai obat yang dapat menyembuhkan penyakit, hewan ternak diambil daging, telur, susu, dan kulitnya dan masih banyak hal yang bisa dimanfaatkan manusia melalui lingkungan.

            Perilaku manusia terhadap lingkungan hidupnya menentukan efektifitas lingkungan dalam penyediaan segala sumber daya yang memadai. Perilaku baik manusia terhadap lingkungan akan memberikan dampak yang baik pula bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Perilaku baik manusia terhadap lingkungan dapat diartikan sebagai perilaku yang tidak merusak, tidak memanfaatkan sumber daya alam secara besar-besaran, tidak mengganggu ekosistem di sekitarnya, selalu merawat lingkungan, memperbarui sumber daya alam bila persediaannya mulai menipis dan kian terkikis.

            Sebagai contoh bentuk perilaku baik manusia terhadap lingkungan ialah penanaman kembali pohon di ladang atau perbukitan yang gundul atau reboisasi, membuat terrasering atau sengkedan di tanah yang memiliki kemiringan tajam agar mencegah terjadinya tanah longsor, membuat perundang-undangan penebangan pohon di hutan, menanam pohon bakau di area pantai, membatasi kegiatan penambangan, menyediakan sarana air bersih yang memadai dan sebagainya.

            Lingkungan atau alam memang diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Memenuhi diartikan sebagai memanfaatkan dengan sebaik-baiknya bukan untuk dipakai semaunya sendiri apalagi untuk dirusak, karena alam memang diciptakan dengan sebaik-baiknya oleh sang pencipta, telah memiliki keseimbangan sehingga dapat menghasilkan hal baik yang dapat digunakan manusia.      

Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. QS Al-Baqarah : 60

                Perilaku buruk manusia terhadap lingkungan dapat merusak keseimbangan yang ada pada lingkungan. Rusaknya keseimbangan di lingkungan akan berdampak buruk bagi kehidupan biotik maupun abiotik di dalamnya. Lingkungan yang telah rusak dan tidak seimbang akan menghasilkan sesuatu yang merusak pula, bencana alam akan sering terjadi apabila lingkungan sudah rusak. Dalam hal ini, perilaku manusia lah yang menjadi penyebab utama dari rusaknya lingkungan.

            Penebangan pohon secara liar yang dilakukan manusia dapat mengurangi daerah resapan air sehingga mudah terjadi banjir apabila turun hujan lebat. Sedangkan di daerah yang memiliki kemiringan seperti di daerah perbukitan atau pun gunung akan sangat rawan terjadi tanah longsor. Penambangan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak diikuti pelestarian yang sepadan akan menghabisi persediaan sumber daya alam. Membuang sampah sampah sembarangan di aliran air dapat menyumbat aliran tersebut, sehingga berdampak banjir apabila air meluap. Penggunaan pestisida sebagai obat tanaman dan pembuangan limbah pabrik ke sungai akan mencemari air, zat kimia yang terkandung didalamnya akan tercampur dengan air dan meracuni ikan-ikan beserta seluruh komponen biotik yang ada pada ekosistem sungai.

            Dari penguraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa keadaan lingkungan beserta sumber daya yang ada didalamnya berbanding lurus dengan perilaku manusia terhadap lingkungan. Baik atau buruknya lingkungan tergantung pada apa yang dilakukan manusia. Alam dapat menjadi kawan maupun lawan, kawan disaat manusia memperlakukan alam dengan baik dan bijak; lawan disaat manusia memperlakukan alam dengan cara yang buruk.



            Lingkungan atau alam memang telah diperuntukkan kepada manusia untuk diambil manfaatnya. Manusialah yang memanfaatkannya maka sepantasnya pula berkewajiban untuk merawat dan melestarikannya. Lingkungan yang baik tidak terbentuk dengan sendirinya, melainkan terbentuk berdasarkan perilaku atau tindakan manusia. Sebagai contoh; tanah yang miring dan curam tidak akan bermanfaat apabila tidak dibentuk oleh manusia menjadi terasering atau sengkedan yang dapat digunakan untuk bercocok tanam. Dedaunan kering di hutan akan menjadi penyebab utama kebakaran hutan apabila tidak dikumpulkan manusia untuk dijadikan pupuk tanaman. Kotoran hewan ternak akan menjadi rumah singgah bakteri-bakteri dan virus penyebar penyakit kalau tidak diolah manusia menjadi pupuk atau membuat sumber daya alternatif biogas, begitupun seterusnya.

            Besar kecilnya perilaku manusia terhadap lingkungan, disadari maupun tidak akan memberikan dampak kepada lingkungan tersebut. Dampak yang dihasilkanpun ada yang negatif dan ada pula yang positif. Oleh karenanya dalam segala tindakan yang diambil oleh manusia haruslah diarahkan kepada sesuatu yang berdampak baik bagi dirinya dan juga orang lain. Sehingga keseimbangan dan keteraturan yang ada pada alam dapat terjaga dan tentunya alam akan menghasilkan sumber dayanya yang lebih banyak lagi, dan manusia dapat menjaga kelangsungan hidupnya untuk jangka waktu yang lama.   :)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar