PENGARUH
MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
M
|
anusia
memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan
disekitarnya. Manusia membutuhkan lingkungan untuk hidup, tanpa adanya
lingkungan manusia tidak dapat bertahan hidup. Lingkungan merupakan gabungan
unsur-unsur kehidupan yang memungkinkan manusia untuk tinggal didalamnya. Unsur
yang terdapat didalam lingkungan ada 2 macam yaitu: Unsur biotik dan abiotik. Unsur
biotik dalam lingkungan berupa semua mahluk yang memiliki ciri kehidupan
didalamnya, dapat berupa hewan, bakteri, dan tumbuhan. Sedangkan unsur abiotik
ialah segala sesuatu yang tidak memiliki ciri kehidupan seperti rumah,
benda-benda, peralatan, mesin, kendaraan, bangunan, dan lain sebagainya. Unsur biotik
dan abiotik akan membuat sebuah lingkungan yang memungkinkan untuk ditinggali
dan menjadi habitat bagi kebanyakan mahluk hidup.
Manusia memanfaatkan segala sumber
daya yang ada di lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Air dimanfaatkan
manusia untuk mandi, mencuci, minum, menyirami tanaman dan lain sebagainya,
bahkan air juga dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Udara untuk bernafas,
tanah untuk bercocok tanam, tumbuhan untuk dikonsumsi dan membuat berbagai obat
yang dapat menyembuhkan penyakit, hewan ternak diambil daging, telur, susu, dan
kulitnya dan masih banyak hal yang bisa dimanfaatkan manusia melalui
lingkungan.
Perilaku manusia terhadap lingkungan
hidupnya menentukan efektifitas lingkungan dalam penyediaan segala sumber daya
yang memadai. Perilaku baik manusia terhadap lingkungan akan memberikan dampak
yang baik pula bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Perilaku baik manusia terhadap
lingkungan dapat diartikan sebagai perilaku yang tidak merusak, tidak
memanfaatkan sumber daya alam secara besar-besaran, tidak mengganggu ekosistem
di sekitarnya, selalu merawat lingkungan, memperbarui sumber daya alam bila
persediaannya mulai menipis dan kian terkikis.
Sebagai contoh bentuk perilaku baik
manusia terhadap lingkungan ialah penanaman kembali pohon di ladang atau perbukitan
yang gundul atau reboisasi, membuat terrasering atau sengkedan di tanah yang
memiliki kemiringan tajam agar mencegah terjadinya tanah longsor, membuat
perundang-undangan penebangan pohon di hutan, menanam pohon bakau di area pantai,
membatasi kegiatan penambangan, menyediakan sarana air bersih yang memadai dan
sebagainya.
Lingkungan atau alam memang
diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Memenuhi diartikan sebagai
memanfaatkan dengan sebaik-baiknya bukan untuk dipakai semaunya sendiri apalagi
untuk dirusak, karena alam memang diciptakan dengan sebaik-baiknya oleh sang
pencipta, telah memiliki keseimbangan sehingga dapat menghasilkan hal baik yang
dapat digunakan manusia.
Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu
berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. QS Al-Baqarah : 60
Perilaku buruk manusia terhadap lingkungan dapat merusak
keseimbangan yang ada pada lingkungan. Rusaknya keseimbangan di lingkungan akan
berdampak buruk bagi kehidupan biotik maupun abiotik di dalamnya. Lingkungan
yang telah rusak dan tidak seimbang akan menghasilkan sesuatu yang merusak
pula, bencana alam akan sering terjadi apabila lingkungan sudah rusak. Dalam hal
ini, perilaku manusia lah yang menjadi penyebab utama dari rusaknya lingkungan.
Penebangan pohon secara liar yang
dilakukan manusia dapat mengurangi daerah resapan air sehingga mudah terjadi banjir
apabila turun hujan lebat. Sedangkan di daerah yang memiliki kemiringan seperti
di daerah perbukitan atau pun gunung akan sangat rawan terjadi tanah longsor. Penambangan
sumber daya alam yang berlebihan dan tidak diikuti pelestarian yang sepadan
akan menghabisi persediaan sumber daya alam. Membuang sampah sampah sembarangan
di aliran air dapat menyumbat aliran tersebut, sehingga berdampak banjir
apabila air meluap. Penggunaan pestisida sebagai obat tanaman dan pembuangan
limbah pabrik ke sungai akan mencemari air, zat kimia yang terkandung
didalamnya akan tercampur dengan air dan meracuni ikan-ikan beserta seluruh
komponen biotik yang ada pada ekosistem sungai.
Dari penguraian sebelumnya dapat
disimpulkan bahwa keadaan lingkungan beserta sumber daya yang ada didalamnya
berbanding lurus dengan perilaku manusia terhadap lingkungan. Baik atau
buruknya lingkungan tergantung pada apa yang dilakukan manusia. Alam dapat
menjadi kawan maupun lawan, kawan disaat manusia memperlakukan alam dengan baik
dan bijak; lawan disaat manusia memperlakukan alam dengan cara yang buruk.
Lingkungan atau alam memang telah
diperuntukkan kepada manusia untuk diambil manfaatnya. Manusialah yang
memanfaatkannya maka sepantasnya pula berkewajiban untuk merawat dan
melestarikannya. Lingkungan yang baik tidak terbentuk dengan sendirinya,
melainkan terbentuk berdasarkan perilaku atau tindakan manusia. Sebagai contoh;
tanah yang miring dan curam tidak akan bermanfaat apabila tidak dibentuk oleh
manusia menjadi terasering atau sengkedan yang dapat digunakan untuk bercocok
tanam. Dedaunan kering di hutan akan menjadi penyebab utama kebakaran hutan apabila
tidak dikumpulkan manusia untuk dijadikan pupuk tanaman. Kotoran hewan ternak
akan menjadi rumah singgah bakteri-bakteri dan virus penyebar penyakit kalau
tidak diolah manusia menjadi pupuk atau membuat sumber daya alternatif biogas,
begitupun seterusnya.
Besar kecilnya perilaku manusia
terhadap lingkungan, disadari maupun tidak akan memberikan dampak kepada
lingkungan tersebut. Dampak yang dihasilkanpun ada yang negatif dan ada pula
yang positif. Oleh karenanya dalam segala tindakan yang diambil oleh manusia
haruslah diarahkan kepada sesuatu yang berdampak baik bagi dirinya dan juga
orang lain. Sehingga keseimbangan dan keteraturan yang ada pada alam dapat
terjaga dan tentunya alam akan menghasilkan sumber dayanya yang lebih banyak
lagi, dan manusia dapat menjaga kelangsungan hidupnya untuk jangka waktu yang
lama. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar