Jumat, 12 Desember 2014

PERANAN SEORANG IBU

I
bu adalah permata bagi kehidupan. Tanpa adanya seorang ibu, dunia tak lagi mengenal sebutan keluarga atau masyarakat. Masyarakat dapat terbentuk karena adanya berbagai keluarga yang saling berinteraksi dan menjalin hubungan sosial, demikian halnya dengan keluarga, tanpa adanya seorang ibu, sebuah keluarga tidak akan terbentuk, karena tidak ada orang yang dapat melahirkan sebuah keturunan melainkan seorang perempuan yang menjadi ibu.

            Dalam definisinya, ibu adalah orang tua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, ibu memiliki peranan penting dalam membesarkan anak. Seorang ibu menjadi faktor utama yang membentuk karakter dan kepribadian seorang anak, karena seorang anak akan belajar banyak hal dari perilaku ibunya dan secara langsung maupun tidak lansung, seorang anak akan meniru perilaku dan kepribadian sang ibu sehingga terbentuklah sebuah kebiasaan yang berujung pada pembentukan karakter dan kepribadiannya.


            Dalam Islam, seorang ibu menempati posisi sosial yang sangat mulia. Bukan tanpa sebab Islam memandang ibu begitu tinggi. Seorang ibu memiliki tugas penting yang harus dilaksanakannya yaitu mendidik anak- anaknya, mulai dari lahirnya hingga ia dewasa kelak. Sang ibu bertugas penuh pada pembentukan karakter dan akhlaq anaknya. Tugas mendidik yang diberikan kepada seorang ibu bukanlah tugas yang mudah, melainkan tugas mendidik dan membentuk benih generasi yang baik ini amat begitu penting dan vatal apabila dilaksanakan dengan baik dan sungguh sungguh. Mendidik anak membutuhkan kesabaran tinggi, kasih sayang yang dalam, pengalaman yang baik dan pemikiran panjang serta memiliki sifat pemaaf dan tidak mudah marah dan patah arang, sifat yang demikian itu amatlah sukar ditemukan pada kebanyakan lelaki, sebaliknya sangatlah mudah ditemukan pada diri seorang perempuan yang memiliki jiwa keibuan.

            Melihat dari tugas yang dipikul seorang ibu begitu berat dan penting, Allah SWT menanamkan sedikit pancaran sifat rahmaan dan rahiim-Nya di dalam hati seorang ibu. Seorang ibu memiliki jiwa kasih sayang yang teramat dalam pada anaknya, dan ia juga pemaaf atas kesalahan yang diperbuat oleh sang anak, dan menjadi motivator utama yang berpengaruh pada kesuksesan anaknya kelak. Sifat kasih dan sayang seorang ibu kepada anaknya jelas tercermin dalam tutur katanya yang lembut serta kegigihannya mendidik dan membesarkan anaknya, terutama jika sang anak dalam keadaan sakit, ibu-lah yang berdiri terdepan dalam mengupayakan segala hal untuk kesembuhan anaknya, rela mengorbankan waktunya, tenaga, harta serta apa yang dimilikinya.

            Baik buruk suatu bangsa ditentukan oleh generasi mudanya. Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa, ada sebuah filsafat kehidupan Pondok Pesanntren yang berbunyi “patah tumbuh, hilang berganti, belum patah, sudah tumbuh, belum hilang sudah berganti”. Generasi muda akan menjadi generasi pemimpin bangsa nantinya, pertanyaannya adalah bagaimana cara membentuk generasi muda yang berakhlaq dan berkarakter baik? Generasi muda yang baik dapat terbentuk oleh peran seorang ibu yang selalu menemani perjalanan kehidupannya. Ibu sangat berperan dalam membentuk benih benih generasi yang baik di masa depan, apabila sang ibu berakhlaq baik dan bermental bagus tentunya dapat membentuk generasi yang tungguh di masa depan. Lain halnya dengan ibu yang berakhlaq buruk dan berperilaku kurang baik maka hasilnya pun akan mengecewakan karna telah menyumbang benih benih perusak bangsa. Seperti halnya sang ibu yang suka memamerkan auratnya tak mungkin ia dapat membesarkan anak yang selalu manutup auratnya dan menjaga kehormatannya atau yang mempunyai perbedaan perilaku yang begitu kontras dengan sang ibu walaupun yang demikian itu sangatlah jarang terjadi. Maka benarlah sebuah pepatah yang mengatakan “buah yang jatuh tak mungkin jauh dari pohonnya”.

            Pendidikan manusia demikian penting dalam islam, karena manusialah yang dikarunia oleh Allah kemampuan untuk berfikir dan ditugaskan untuk menjadi pemimpin di muka bumi, sehingga dalam proses pelaksanaannya, Islam memilih seorang ibu sebagai pemegang kunci dalam pendidikan itu. Islam juga memberikan keistimewaan tersendiri atas dedikasi seorang ibu dalam membentuk sebuah masyarakat yang berakhlaq mulia dan berkualitas. Ada tiga macam kepayahan yang dipikul oleh seorang ibu, pertama adalah disaat sang ibu hamil kemudian melahirkan dan selanjutnya manyusui. Karena itulah kebaikan seorang ibu tiga kali lebih besar dari pada seorang ayah. Sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadis, “seseorang dating kepada Rasulullah Saw dan berkata, ‘Wahai Rasulullah kepada siapa aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi menjawab, ‘Ibumu!’ Orang itu bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi’, Nabi menjawab, ‘Kemudian ayahmu’”

            Peran penting seorang ibu lainnya adalah mentransfer nilai nilai moralitas. Proses pendidikan dan pengajaran dapat terjadi dimana saja tetapi unsur keluargalah yang paling dominan, sehingga anak mendapatkan pendidikannya yang terbesar di dalam rumah dengan meniru perilaku kedua orang tuanya, terutama ibu. Ibu mentransferkan nilai-nilai moralitas dengan berbagai cara diantaranya dengan ucapannya dan tingkah lakunya. Sang ibu tidak hanya memberikan contoh yang baik melainkan juga menjadi contoh yang baik pula untuk anaknya. Disamping itu, seorang ibu juga berperan sebagai motivator handal yang selalu memotivasi setiap langkah kaki perjuangan sang anak dalam meraih cita-citanya di dunia maupun akhirat kelak.

            Sedemikian besar peran seorang ibu dalam kehidupan sehingga dapat membesarkan anak anak tangguh dan gigih yang selalu berjuang . peran ibu yang demikian besar inilah yang menjadikannya sebagai sesosok yang amat dihormati, dicintai dan dikasihi oleh siapapun. Peringatan hari ibu yang jatuh pada 22 Desember merupakan bentuk terima kasih atas segala cintanya yang tanpa pamrih diberikan kepada seorang anak. Peringatan hari ibu bukanlah merupakan sebuah perayaan yang diisi dengan banyak seremonial yang kurang bermakna, melainkan sebuah peringatan dan sekaligus sebagai renungan atas dedikasi ibu beserta jasa jasanya yang selama ini ia curahkan demi kemajuan sebuah generasi. Peringatan itupun juga menyadarkan para anak yang kurang bisa memahami tindakan yang dilakukan seorang ibu kepada anaknya meski dibenci oleh sang anak agar dapat menghayati betapa besar pengorbanannya mulai dari kecil hingga dewasa.

            Allah SWT telah menjadikan makhluk hidup dimuka bumi ini dengan berpasang-pasangan. Ada yang jantan adapula yang betina, ada yang lurus adapula yang melencong, ada yang kaya adapula yang miskin. Semuanya membentuk sebuah keseimbangan yang saling melengkapi antara satu dengan yang lain dalam sebuah kehidupan. Ibu dengan peran dan kewajibannya mendidik anak juga memiliki sosok lelaki sebagai bahu dimana ia bersandar. Sehingga ibu tidaklah sendiri dalam memerankan peran penting ini, ayah mencari nafkah untuk keluarga dan ibu mendidik anaknya mereka berdua hidup berdampingan dan saling melengkapi.

            Dibalik kesuksesan seseorang pasti dibelakangnya terdapat wanita hebat yang menjadi faktor pemicunya, ialah ibu yang selalu mendoakan anaknya. Doa seorang ibu bagi anak dan anak yang sholeh bagi orang tuanya adalah mustajaab atau diterima. Allah menjanjikan demikian karena perjuangan yang dilakukannya amatlah besar dan sangat berjasa, demikian halnya dengan ikatan spiritual yang dimiliki antara orang tua dan anak begitu dekat. Maka dalam pergaulan dengan orang tua terutama ibu, tidaklah pantas seorang anak untuk mengeluh disaat ibunya menyuruh, untuk acuh disaat ibunya memanggil, untuk membentak disaat ibunya melakukan hal yang tidak disenangi sang anak. Jasa yang dilkukan seorang ibu tidak dapat dibalaskan meski dengan menggendongnya dikala tua setiap harinya seperti yang terjadi di zaman Rasulullah Saw. Tetapi anak dapat berbuat suatu hal yang lebih bermakna dan bermanfaat dari sekedar patuh ketika disuruh atau menyahut ketika dipanggil yaitu senantiasa mendoakan ibu dan ayah disaat senang maupun susah demi menggapai syurga Allah yang maha besar.




1 komentar: